Jumat, 19 November 2010

Greenpeace, Organisasi Peduli Lingkungan

Dalam beberapa dekade terakhir dunia diterpa berbagai isu besar internasional baik dalam cakupan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Dan salah satu isu yang masih terus hangat untuk diperbincangkan sampai saat ini di lingkungan global adalah isu tentang lingkungan hidup. Bahkan hal ini tidak jarang menjadi topik center bagi setiap negara-negara maju dan berkembang dalam setiap konfrensi internasional yang terselenggara.

Seperti yang diketahui bersama, isu lingkungan hidup ini menjadi sebuah bentuk kepedulian secara global terhadap kualitas kondisi lingkungan hidup yang terus menurun dari waktu ke waktu. Dan hal tersebut tentunya akan mengancam dimensi kehidupan yang ada didalamnya, terutama keberlangsungan kehidupan manusia. Salah satu istilah yang sering digunakan dalam hal ini tentu saja global warming.

Global warming menyebabkan naiknya suhu dipermukaan bumi dikarenakan terperangkapnya gas Carbon dioksida di lapisan atmosfer sehingga dapat menyebabkan es dikutub-kutub bumi mencair sehingga membuat kemampuan lapisan ozon untuk melapisi atmosfer bumi berkurang ( menipis ). Selain itu banyak efek yang ditimbulkan oleh global warming, seperti perubahan cuaca yang sangat ekstrem, kenaikan air laut yang dapat mengancam permukaan suatu daratan, dan lain sebagainya. Banyak faktor penyebab global warming, seperti penghilangan fungsi hutan, limbah industry, limbah rumah tangga, emisi gas sampai kurangnya kesadaran manusia untuk melestarikan lingkungan ( alam ).

Seiring berjalannya waktu manusia mulai menyadari adanya potensi bahaya dari global warming ini, sehingga muncul banyak kelompok atau organisasi yang berusaha untuk mengingatkan dunia akan pentingnya kualitas lingkungan hidup. Salah satu organisasi yang sangat terkenal dalam usahanya untuk kepentingan lingkungan hidup adalah Greenpeace.


Organisasi ini merupakan salah satu organisasi global yang besar, mengingat memiliki banyak markas dibanyak negara dengan markas pusatnya yang terletak di Amsterdam, Belanda. Organiasi ini tidak hanya menyerukan dunia untuk meningkatkan kepedulian terhadap masalah global warming, tetapi juga terhadap berbagai isu-isu lingkungan hidup lainnya, seperti limbah industry, penggundulan hutan, polusi udara, dan lain sebagainya.

Greenpeace dapat dikatakan telah menjadi sebuah platform organisasi yang unik, mengingat latar belakang berdirinya orgnisasi ini terkait isu lingkungan hidup. Jika dibandingkan dengan latar belakang berdirinya banyak organisasi yang didasarkan pada tujuan untuk memperoleh kemampanan untuk kepentingan lingkungan internal organisasi tersebut. Jelas sangat berbeda, karena Greenpeace lebih banyak mempengaruhi lingkungan eksternal organisasi lewat kampanye-kampanyenya pada dunia internasional.

Greenpeace didirikan di Vancouver, British Columbia, Kanada pada 1971. Kata greenpeace dikombinasikan oleh Bill darnell. Pada awalnya Greenpeace dikenal menggunakan aksi langsung tanpa kekerasan dan konfrontasi damai dalam melakukan kampanye untuk menghentikan pengujian nuklir angkasa dan bawah tanah, begitu juga dengan kampanye menghentikan penangkapan ikan paus besar-besaran. Tetapi kemudian dalam perkembangannya organisasi ini mulai mengarahkan fokus ke masalah lingkungan sosial lain seperti global warming.

Setiap organisasi memiliki misi dalam etos kerja organisasinya dan Greenpeace punya akan hal ini juga, isi dari misi Greenpeace adalah sebagai berikut :

“Greenpeace adalah organisasi independen yang berkampanye menggunakan konfrontasi kreatif anti kekerasan untuk mengungkap permasalahan lingkungan global, dan untuk memaksa solusi bagi sebuah masa depan yang damai dan hijau. Target Greenpeace adalah untuk memastikan kemampuan bumi untuk kelangsungan hidup bagi semua keanekaragamannya”.

Meskipun dalam misinya Greenpeace menekankan akan menyerukan permasalahan lingkungan tanpa cara kekerasan, tidak jarang dalam setiap kampanye yang dilakukan oleh para aktivisnya diberbagai belahan dunia terjadi kericuhan. Meskipun begitu Greenpeace secara luar biasa mampu mengkampanyekan isu lingkungan hidup ke negara-negara maju dan berkembang. Hal itu sangat berarti besar mengingat negara-negara maju dan berkembang menyumbang porsi besar dalam global warming lewat limbah-limbah industrinya, emisi gas, dan efek rumah kaca.

Sehingga sekarang banyak negara di dunia berlomba-lomba untuk melakukan penghijauan masal. Selain itu kesadaran masyarakat dunia mulai tumbuh untuk peduli terhadap lingkungan hidup karena untuk menjaga lingkungan tempat manusia hidup mutlak dibutuhkan peran nyata manusia, tanpa hal tersebut mustahil kehidupan dibumi bisa berlangsung. Meskipun secara realistis global warming ini tidak akan dapat dihentikan, tetapi setidaknya masih ada yang dapat manusia lakukan untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan global warming. Sehingga masih ada hari esok untuk menikmati indahnya mentari terbit, terangnya bulan purnama, dan segarnya udara pagi.

Tugas Softskill 5

1. Sebutkan cara penyusunan warkat yang saudara ketahui ?
2. Untuk jenis warkat wesel, cek, surat pembelian disusun / ditaruh dengan cara apa ?
3. Apa yang anda ketahui tentang RECORD RETENTION SCHEDULE ?
4. Apa yang anda ketahui dengan TABULATING ?

Jawab :

1. Cara penyusunannya antara lain :
• Sistem penyusunan papers menurut abjad.
• Sistem penyusunan papers menurut subjek.
• Sistem penyusunan papers menurut nomor.
• Sistem penyusunan papers menurut daerah.
• Sistem penyusunan papers menurut waktu.

2. Biasanya disusun berdasarkan nomor.

3. Kebijaksanaan mengenai suatu masalah bagaimana penerapan suatu sistem filling benar-benar tepat dilakukan, bagaimana kegunaan penyimpanan suatu papers atau apa yang diperoleh dengan penyimpanan suatu papers.

4. Tabulating adalah proses pengumpulan data dan fakta yang sesuai dengan cakupan bidang masing-masing menjadi suatu daftar atau tabel sehingga tidak menjadi pengulangan kata atau kalimat, sehingga bisa memberikan analisa yang rasional, obyektif, dan menunjukan logika hubungan antara data, fakta peristiwa dan dampaknya.

Tugas Softskill 4

  1. Jelaskan syarat komunikasi yang baik dan berhasil !
  2. Apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi penyimpangan data yang efisien dan fleksibel !
  3. Sebutkan cara peyusunan paper/warkat yang saudara ketahui !
  4. Sebutkan Prinsip dalam dari Tata Kerja, Sistem Kerja dan Prosedur Kerja !

Jawab :

1. Syarat-syaratnya antara lain adalah :

• Jelas, yaitu dinyatakan dalam bahasa yang dimengerti oleh sipenerima berita.

• Tepat, dalam hal orang yang dituju untuk diberi berita atau informasi yang perlu disampaikan.

• Sasaran, tujuan pemberian berita atau informasi sebaiknya sesuai dengan yang diharapkan si pengirim.


2. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain :

• Penetapan sanksi-sanksi.

• Pembentukan tim manajemen.

• Pembentukan tim-tim tugas.

• Penetapan dewan khusus.


3. Beberapa cara untuk menyusun warkat atau paper antara lain sebagai berikut :

• Sistem penyusunan papers menurut abjad.

• Sistem penyusunan papers menurut subjek.

• Sistem penyusunan papers menurut nomor.

• Sistem penyusunan papers menurut daerah.

• Sistem penyusunan papers menurut waktu.


4. Prinsipnya adalah sebagai berikut :

• Harus disusun dengan memperhatikan segi-segi tujuan, fasilitas, peralatan, material, biaya, dan waktu yang tersedia serta segi luas, macam dan sifat dari tugas atau pekerjaan.

• Harus dipersiapkan terlebih dahulu adanya penjelasan tentang tujuan pokok orgnisasi, skema, klasifikasi jabatan, analisa jabatan, unsur kegiatan organisasi dan semacamnya.

• Pilih salah satu bidang pokok tugas yang akan dibuat bagan prosedurnya.

• Harus dibuat dan dijelaskan daftar tiap-tiap detail pekerjaan yang harus dilakukanberikut lamanya wakru unntuk melaksanakan bidang tugas yang damksud.

• Adanya keterhubungan yang erat antar tahap-tahap rangkaian pekerjaan secara keseluruhan untuk menuju ke satu arah tujuan.

• Tiap-tiap tahp itu merupakan suatu kerja yang nyata dan perlu untuk pelaksanaan dan penyelesaian seluruh tugas atau pekerjaan yang dimasksud.

• Harus ditetapkan skill atau kecakapan tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan bidang tugas yang dimaksud, sehingga prosedur kerja tidak disusun berdasarkan jumlah ( quantity ) tetapi berdasarkan skill.

• Harus disusun sedemikian rupa sehingga memiliki fleksibiltas, yang berarti dalam pelaksanaannya tidak kaku, tetapi sebaliknya lebih luwes sehingga memungkinkan diadakannya pergantian tugas serta stabilitas, yang berarti mengandung unsur ketetapan sehingga menjamin kelancaran dan kemantapan proses kerja.

• Harus disesuaikan dengan kemajuan teknologi dan zaman, sehingga keupadatetannya harus terus dijaga.

• Untuk penggambaran tentang penerapan suatu prosedur tertentu sebaiknya dipergunakan tanda atau simbol-simbol dan skema atau bagan prosedur dengan setepat-tepatnya. Bagan ini sering disebut sebagai skema arus kerja ( work flow chart ).

• Dan terakhir, untuk menjamin penerapan tata kerja, sistem kerja, dan prosedur kerja yang setepat-tepatnya, maka adanya buku-buku pedoman mutlak perlu dipersiapkan, untuk itu maka adanya staff khusus sebagai O & M spesialist mutlak dibutuhkan.

Jumat, 12 November 2010

Tugas Softskill 3

Pertanyaan :
1. Sebutkan gaya kepemimpinan yang saudara ketahui !
2. Sebutkan manfaat dari organisasi informal !
3. Sebutkan beberapa jenis bagan struktur organisasi !
4. Jelaskan perbedaan dari tata kerja, sistem kerja, dan prosedur kerja !

Jawab :

1. * Otokrasi, gaya kepemimpinan yang cenderung ke arah otoriter. Artinya setiap keputusan dari pimpinan mutlak dijalankan tanpa mau mempertimbangkan saran dari bawahan.
Ciri-cirinya antara lain :
  • Kebijjaksanaan dilakukan oleh pemimpin
  • Teknik dan langkah di dikte oleh atasan
  • Pemimpin biasanya mendikte tugas setiap anggotanya.
  • Pemimpin cenderung menjadi pribadi dalam pujian dan kecamannya terhadap setiap anggota

* Demokratis, gaya kepemimpinan yang cenderung menciptakan adanya keterbukaan antara pempinan dan bawahan. Sehingga banyak saran dari hasil diskusi yang dapat di pertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan. Walaupun begitu pimpinan tetaplah orang yang berwenang atas setiap keputusan yang diambil.
Ciri-cirinya antara lain :
  • Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan dari pimpinan.
  • Kegiatan-kegiatan didiskusikan langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat, dan bila dibutuhkan untuk petunjuk-petunjuk teknis pemimpin mengarahkan dua atau alternative prosedur yang dapat dipilih.
  • Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok
  • Pemimpin adalah obyektif atau “fact minded”.

* Laissez Faire, Gaya kepemimpinan ini cenderung sangat minimal dalam melibatkan peran pimpinan dalam setiap pengambilan keputusan. Sehingga keputusan lebih condong ditentukan oleh suatu kelompok.
Ciri-cirinya antara lain :
  • Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu dengan partisipasi minimal dari pimpinan.
  • Bahan-bahan yang bermacam-macam disediakan oleh pimpinan yang membuat orang selalu siap bila dia akan memberikan informasi pada saat ditanya.
  • Sama sekali tidak ada partisipasi dari pimpinan dalam penentuan tugas
  • Kadang-kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggota.

2. * Sebagai wadah pengetahuan tentang prilaku yang dapat di terima.
Melaui organisasi informal, orang akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan tentang berbagai prilaku yang dapat diterima dilingkungan organisasi. Hal tersebut tentu saja tidak di dapat dalam organisasi formal.
* Sebagai tempat untuk membangun simpati atau perhatian.
Karena dalam organisasi ini dalam membangun proses sosialisasi, tanpa dalam melihat posisi atau jabatan dalam organisasi formal.
* Sebagai bantuan dalam mencapai tujuan.
Organisasi informal juga berperan dalam membantu organisasi formal untuk mencapai tujuannya, melalui bentuk komunikasi untuk mempermudah anggota organisasi lebih paham tanpa melalui saluran-saluran resmi.
* Kesempatan untuk berpengaruh dan berkreasi.
Melalui organisasi ini seseorang di beri kebebasan untuk berkreasi dan mempengaruhi orang lain, sesuatu yang jarang terjadi dalam organisasi formal ( karena posisi yang di milikinya ).

3. * Berdasrkan teknik dan cara pembuatannya :
1. Skema organisasi tegak lurus dari atas ke bawah.
2. Skema organisasi mendatar dari kiri ke kanan.
3. Skema organisasi gabungan tegak lurus dan mendatar.
4. Skema organisasi lingkaran.
5. Skema organisasi gambar.

* Berdasrkan isi atau fungsi dalamnya :
1. Skema organisasi fungsional.
2. Skema organisasi jabatan.
3. Skema organisasi nama.
4. Skema organisasi nama dan jabatan.
5. Skema organisasi struktur.

4. * Tata kerja : Merupakan suatu cara untuk melakukan pekerjaan dengan benar dan berhasil guna atau bisa mencapai tingkat effisien yang maksimal.
* Prosedur kerja : Merupakan tahapan dalam tata kerja yang harus dilalui suatu pekerjaan baik mengenai dari mana asalnya dan mau kemana, kapan pekerjaan tersebut harus diselesaikan maupun alat apa yang harus digunakan agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.
* Sistem kerja : Merupkan susunan antara tata kerja dan prosedur yang menjadi satu sehingga membentuk suatu pola tertentu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Organisasi Informal, Cikal Bakal Organisasi Formal

Organisasi dari cara pembentukannya dapat dibedakan menjadi organisasi formal dan informal. Diantara kedua organisasi ini, organisasi formal terlihat lebih populer dibandingkan dengan organisasi formal. Padahal organisasi informal dapat menjadi atau merupakan sebuah fondasi Rata Penuhdasar dari berdirinya sebuah organisasi formal. Meskipun dalam proses pembentukannya organisasi informal dapat terjadi secara tidak sengaja, tidak mempunyai struktur jabatan yang jelas, serta tujuan jangka panjang yang ingin dicapai.

Belum lama ini ada sebuah organisasi olah raga ( sepak bola ) yang baru terbentuk dan diprakarsai oleh sekelompok orang yang merasa prihatin terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Organisai tersebut terutama di gagas oleh seorang pengusaha bernama Arifin Panigoro. Organisasi tersebut menjalankan tujuannya melalui sebuah liga sepak bola yang bernama LPI ( Liga Primer Indonesia ). Banyak hal positif yang ditawarkan oleh LPI bagi perkembangan sepak bola Indonesia, mulai dari pembagian keuntungan yang merata bagi seluruh peserta sampai usahanya untuk membuat klub-klub peserta ditanah air menjadi klub yang lebih professional dan tidak lagi menggantungkan biaya operasional klub lewat APBD.

Meskipun begitu, tetap saja menimbulkan pro dan kontra di kalangan pengurus dan pecinta sepak bola di Indonesia. PSSI ( Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ) misalnya, sangat menolak dengan tegas untuk digelarnya LPI, mengingat PSSI adalah satu-satinya organisasi sepak bola yang diakui statusnya oleh FIFA untuk menjalankan dan mengelola kompetisi persepakbolaan nasional. Tetapi tetap saja hal tersebut tidak mengaganggu niat untuk menggelar LPI meskipun PSSI mangancam akan memberikan sanksi bagi mereka yang akan terlibat dalam LPI baik itu pemain, pengurus, offisial pertandingan sepert wasit, hakim garis, dan inspektur lapangan.

Walau begitu, LPI bukan dibuat untuk menyaingi LIga Sepak Bola Indonesia kelolaan PSSI tetapi lebih bertujuan untuk menciptakan atmosfer sepak bola dalam dimensi yang berbeda dari yang selama ini sering dijumpai.

LPI contoh transformasi organisasi informal ke organisasi formal

Dari contoh tersebut dapat terlihat bahwa dengan hanya didasarkan sebuah keinginan atau niat lewat sebuah diskusi-diskusi ringan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki kepentingan yang sama, dalam hal ini keinginan untuk mengubah wajah sepak bola Indonesia menuju ke arah profesionalitas maka sebuah organisasi yang tadinya hanya bersifat informal dapat bertransformasi menjadi sebuah organisasi formal yang memiliki struktur, tujuan, bahkan memiliki sebuah badan hukum untuk menjamin keberlangsungan organisasi tersebut.

Jadi dapat dikatakan bahwa organisasi informal dengan organisasi formal memiliki keterkaitan yang sangat erat, bahkan timbal balik. Organisai informal dapat dikatakan juga sebagai organisasi bayangan dari organisasi informal, karena jika organisasi formalnya tidak pernah terbentuk maka tidak akan pernah ada sebuah organisasi informal.