Sabtu, 26 November 2011

Tugas 3 Bahasa Indonesia 1

Resensi Artikel
  1. Data publikasi
a. Judul : Candi keramat.
b. Penulis : Irma Tambunan
c. Penerbit : Surat kabar harian KOMPAS
d. Tanggal : 3 Juli 2011
e. No. halaman : 3
f. Tema : Kebudayaan
2. Sinopsis
Candi merupakan sebuah bangunan tempat ibadah dan peninggalan masa lampau yang berasal dari peradaban Hindu-Buddha. Candi sendiri di nusantara tersebar cukup merata dibebarapa wilayah. Seperti di Jambi, tepatnya di Desa Simpang, Kecamatan berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang terdapat Candi Keramat 1. Meski tidak sebesar candi-candi utama yang di situs Muara Jambi, Candi Keramat 1 telah memukau para arkeolog. Rongga besar didalam bangunan dan dua buah mata parang yang masing-masing terletak di sisi timur dan barat rongga memberikan suatu keunikan tersendiri diantara candi-candi di Muara Candi. Candi Keramat 1 lebih berfungsi sebagai tempat pendarmaan dibandingkan peribadatan.
Seiring dengan melemahnya dominasi Buddha di abad XIV, kawasan tersebut (Jambi) menjadi salah satu pusat persebaran Islam. Namun perubahan kepercayaan dan dalam peradabaan yang baru tidak serta merta menghilangkan budaya lama.
3. Keunggulan
Artikel ditulis sesuai dengan aturan kebakuan yang berlaku. Artikel dibuat cukup informatif, sehingga pesan penulis tersampaikan. Artikel ini mengandung pesan moral bagi pembaca untuk lebih menghargai dan menjaga kelestarian berbagai warisan budaya dari masa lampau.
4. Kelemahan
Terdapat istilah kata yang perlu penjelasan arti, seperti ekskavasi, situs. Perlu kalimat penjelas untuk mempertegas makna (tanda +), yaitu pada kalimat “Dugaan tersebut ternyata keliru. Saat pengupasan terus berlanjut, tim mendapati ada sebuah ruangan didalamnya, membentuk tanda + dengan susunan bata rapi”.
5. Pendapat
Sebaiknya pada artikel diberikan informasi yang lebih mengenai istilah-istilah tentang candi. Artikel ini sudah sepantasnya mampu menyadarkan generasi muda yang mulai melupakan berbagai kebudayaan yang hidup didalam masyarakat Indonesia. Bahwa warisan kebudayaan yang terbentuk dari kristalisasi berbagai peradaban dalam kurun waktu yang panjang memiliki nilai-nilai kemoralan, pesan, ataupun arti yang sangat besar maknanya tanpa disadari oleh kita semua. Seperti pada artikel tersebut, dapat diketahui bahwa kehidupan bermajemuk sudah berlangsung sejak lama di bumi nusantara dan hal tersebut tidak menghalangi terjadinya akulturasi (penyatuan dua kebudayaan atau lebih). Tinggal bagaimana generasi muda menjaga, merawat, dan menghargai kebudayaannya sendiri, karena bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai sejarah dan kebudayaannya sendiri.
6. Lampiran

Kamis, 27 Oktober 2011

Tugas 2 Bahasa Indonesia 1

Artikel


Untuk Kreatif Butuh Pengorbanan
Banyak orang mengira, jiwa kreatif itu terlahir dari alam. Artinya, seseorang itu menjadi kreatif atau tidak sudah ditetapkan sejak dalam kandungan. Benarkah begitu? Sebagaimana orang punya bakat menyanyi lalu jadi penyanyi atau orang yang sudah berbakat melukis lalu ia jadi pelukis?
Kenyataannya, kreativitas, profesi, dan juga bakat tidaklah bisa dipandang secara absolut. Semua orang sejak ia di dalam kandungan sudah memiliki berbagai potensi. Lagi-lagi, lingkungan, orang-orang terdekat, dan momentum mengambil alih pemicu untuk tumbuh dan mekarnya beragam potensi itu. Berbicara tentang kreativitas, maka saya menyimpulkan, itu pun sudah dimiliki oleh manusia sejak lahir, siapapun orang tuanya. Namun membuat daya kreatif mereka terasah dan bersinar cemerlang membutuhkan sentuhan pengorbanan orang tuanya.
Mengapa saya sebut sebagai pengorbanan? Ya, karena orang tua harus mengalihkan sudut pandang dirinya pada sudut pandang anak-anaknya, berempati dengan pemikiran-pemikiran polos mereka, dan memberi mereka kesempatan untuk menyentuh wilayah-wilayah kehidupan yang lebih luas. Bukan hanya memberi mereka balok kayu berwarna-warni, puzzle beraneka motif, sepeda roda tiga yang mewah, atau aneka mainan khusus anak-anak yang bertebaran di toko; anak-anak juga membutuhkan ijin dari orang tuanya untuk mengucek adonan terigu, mengupas kulit wortel, memeras jeruk, membuat kegiatan sendiri dari dinginnya air yang dituang ke dalam wadah beraneka bentuk, dilengkapi potongan pipa bekas, sedotan jus, dan benda-benda lain yang ada di rumah.

Jika kita bertanya pada mereka apakah itu, jawabannya mungkin sangat mengejutkan: "Ini adalah pompa air Mama. Ini pipanya dan ini pompanya. Pipa ini ditahan oleh dua buah gelas supaya tidak jatuh. Tadi waktu Ade coba dengan satu gelas, pipanya jatuh Mama".

Eksperimen mereka kadang-kadang sangat cermat, dan mereka menemukan prinsip-prinsip kerja sebuah benda lewat kegiatan tidak terstruktur semacam itu. Pastinya, satu hal yang mereka butuhkan untuk melakukan semuanya, yaitu pengorbanan orang tua untuk melihat celana mereka basah, lantai di halaman depan berantakan, dan jejak-jejak kaki kecil mereka yang basah bercampur debu tak terelakkan harus membekas di ruangan tamu atau dapur kita yang bersih.

Saya bisa merasakan, bagaimana susahnya merelakan anak-anak bermain dengan cara mereka sendiri dengan bahan-bahan bermain hasil imajinasi mereka sendiri, yang sebenarnya sangat mudah dan murah. Masalahnya, kita tidak rela mengijinkan mereka menyentuhnya karena kita tak mau repot dan tak mau melihat ruangan berantakan. Tapi, setelah sekian lama saya memperhatikan perkembangan mereka, cara mereka berpikir, dan antusiasme mereka yang luar biasa saat mereka bermain dengan cara itu, saya sadar, sesungguhnya anak-anak sudah belajar banyak justru lewat kegiatan yang tak terbukukan, tidak terjadwalkan, dan tidak terkurikulumkan secara hitam putih.

Kreativitas tumbuh dari banyak mencoba dan rasa aman serta merdeka dari larangan yang berlebihan. Saya kira itulah pengorbanan terbesar buat orang tua manapun, untuk membuat anak-anak mereka mampu berpikir dan bertindak kreatif dalam menyelesaikan masalah kehidupan.


Hasil perbaikan dan analisis :

No
Salah diksi
Perbaikan
Alasan
Analisis
1.
Banyak orang mengira, jiwa kreatif itu terlahir dari alam.
Banyak orang yang berpikiran bahwa jiwa kreatif itu terlahir dari alam.
Di tambahkan konjugasi yang, bahwa untuk mempertegas maksud kalimat. Kata mengira diganti dengan berpikiran.
Kalimat kurang memiliki ketegasan makna, pilihan kata mengira kurang tepat.
2.
Artinya, seseorang itu menjadi kreatif atau tidak sudah ditetapkan sejak dalam kandungan.
Artinya, seseorang menjadi kreatif atau tidak sudah ditetapkan sejak didalam kandungan.
Kata itu dihapus karena menjadi tidak bermakna akibat adanya kata seseorang didepannya. Ditambahkan kata di untuk menambah keterangan tempat.
Terjadi penggunaan kata yang tidak efektif (itu).
3.
Sebagaimana orang punya bakat menyanyi lalu jadi penyanyi atau orang yang sudah berbakat melukis lalu ia jadi pelukis?

Sama halnya dengan orang yang mempunyai bakat menyanyi lalu menjadi penyanyi atau orang yang sudah berbakat melukis lalu ia menjadi pelukis?
Sebagaimana diganti dengan kata Sama halnya dengan agar pembaca lebih cepat memahami makna kalimat. Kata punya ditambahkan imbuhan mem-I dan kata jadi ditambahkan imbuhan men- untuk mempertegas makna kalimat.
Dapat membuat terjadinya kesalahan nalar.
4.
Lagi-lagi, lingkungan, orang-orang terdekat, dan momentum mengambil alih pemicu untuk tumbuh dan mekarnya beragam potensi itu.
Hanya saja faktor lingkungan, orang-orang terdekat, dan momentumlah yang membedakan perkembangan potensi tersebut.
Kata Lagi-lagi tidak cocok untuk melanjutkan kalimat sebelumnya sehingga diganti dengan Hanya saja faktor. Kata momentum ditambah imbuhan lah untuk mempertegas makna. Selain itu digunakan kata-kata baru untuk mengefektifkan kalimat.
Pilihan kata kurang sesuai dan tidak efektif.
5.
Namun membuat daya kreatif mereka terasah dan bersinar cemerlang membutuhkan sentuhan pengorbanan orang tuanya.
Namun untuk membuat daya kreatif mereka terasah dan bersinar cemerlang dibutuhkan peranan aktif orang tuanya.
Dibutuhkan konjungsi untuk agar mempertegas maksud dan tujuan dari kata penghubung namun. Kata membutuhkan sentuhan pengorbanan kurang tepat.
Kalimat kurang tegas, pilihan diksi kurang tepat.
6.
anak-anak juga membutuhkan ijin dari orang tuanya untuk mengucek adonan terigu,
anak-anak juga membutuhkan izin dari orang tuanya untuk mengucek adonan terigu,
Kata ijin tidak baku sehingga diganti dengan kata izin.
Penggunaan kata yang tidak baku.
7.
Eksperimen mereka kadang-kadang sangat cermat
Eksperimen mereka terkadang sangat cermat
Kata kadang-kadang agak rancu ditempatkan di tengah kalimat, lebih cocok diganti dengan kata terkadang
Penempatan kata yang kurang tepat
8.
Masalahnya, kita tidak rela mengijinkan mereka menyentuhnya karena kita tak mau repot dan tak mau melihat ruangan berantakan.
Masalahnya, kita tidak rela mengizinkan mereka menyentuhnya karena kita tidak mau repot dan tidak mau melihat ruangan berantakan.
Kata ijin dan tak merupakan kata yang tidak baku. Sehingga diganti dengan kata izin dan tidak.
Penggunaan kata yang tidak baku.

Kamis, 06 Oktober 2011

Touch Screen

Layar sentuh ( touchscreen ) adalah sebuah perangkat input komputer yang bekerja dengan adanya sentuhan tampilan layar menggunakan jari atau pena digital. Antarmuka layar sentuh, di mana pengguna mengoperasikan sistem komputer dengan menyentuh gambar atau tulisan di layar itu sendiri, merupakan cara yang paling mudah untuk mengoperasikan komputer dan kini semakin banyak digunakan dalam berbagai aplikasi.

Dalam sejarahnya, pada tahun 1971, pertama kali “Touch Sensor” ini dikembangkan oleh Doktor Sam Hurst (pendiri Elographics) sekaligus sebagai seorang instruktur di University of Kentucky. Sensor ini disebut “Elograph,” dan telah dipatenkan oleh University of Kentucky Research Foundation. “Elograph” ini tidak transparan seperti touchscreens modern, namun demikian elograph telah menjadi tonggak sejarah yang signifikan dalam teknologi touchscreen. Pada tahun 1974 touchscreen pertama sesunggunya yang telah dilengkapi dengan permukaan transparan dikembangkan oleh Doktor Sam Hurst dan Elographics. Pada tahun 1977 Elographics dikembangkan dan dipatenkan dengan teknologi lima-kawat resistif, yaitu teknologi touchscreen yang paling populer digunakan saat ini.

Sejak tahun 1983 HP-150 telah menjadi salah satu komputer paling awal di dunia touchscreen komersial. Sesungguhnya tidak memiliki touchscreen dalam artian sempit, melainkan ia memiliki tabung CRT Sony 9″ yang dikelilingi oleh pemancar dan penerima infra merah, yang mendeteksi posisi setiap obyek non-transparan di layar.


Gambar teknologi touch screen

Pada awalnya touchscreens yang semula hanya bisa merasakan satu titik kontak pada satu waktu, dan hanya memiliki sedikit kemampuan untuk merasakan seberapa keras seseorang menyentuh. Kini telah mulai berubah dengan komersialisasi dengan teknologi multi-touch.

Layar sentuh banyak digunakan dalam industri manufaktur yang membutuhkan tingkat akurasi, sensivitas terhadap sentuhan, dan durabilitas yang sangat tinggi. Namun perangkat layar sentuh semakin lama semakin dapat ditemukan dalam perangkat-perangkat teknologi konsumen yang diproduksi secara massal, seperti pada komputer jinjing, pemutar musik seperti iPod Touch, iPad dan telepon genggam seperti iPhone atau Blackberry Storm. Hal ini dimungkinkan karena perangkat layar sentuh dapat dibuat dalam berbagai ukuran tampilan.

Layar sentuh sering dipakai pada kios informasi di tempat-tempat umum, misalnya di bandara dan rumah sakit serta pada perangkat pelatihan berbasis komputer. Sistem layar sentuh tersedia dalam bentuk monitor yang sudah memiliki kemampuan layar sensitif sentuhan dan ada juga kit touchscreen yang lebih ekonomis yang dapat dipasang pada monitor yang sudah ada.

Sebuah sistem layar sentuh terdiri atas tiga komponen dasar, yaitu :

• panel sensor layar sentuh, yang terletak di lapisan luar tampilan dan menimbulkan aliran listrik tertentu tergantung di mana terdapat sentuhan.


Gambar abstraksi komponen panel sensor


Gambar abstraksi panel sensor 2.


Gambar abstraksi panel sensor 3

• pengontrol layar sentuh, yang melakukan pemrosesan sinyal yang diterima dari panel sensor, kemudian menerjemahkannya ke dalam data sentuhan yang disalurkan kepada prosesor komputer

Gambar abstraksi pengontrol layar sentuh 1


Gambar abstraksi pengontrol layar sentuh 2

• driver perangkat halus, yang menerjemahkan data menjadi gerakan tetikus, memungkinkan panel sensor untuk berfungsi layaknya tetikus, dan menyediakan antarmuka pada sistem operasi komputer

Semua tipe layar sentuh melekat pada unit tampilannya. Perbedaanya terletak pada cara mendeteksi sentuhan dan metode yang digunakan dalam memproses input sentuhan. Berikut beberapa tipe layar sentuh, diantaranya :

• Capacitive Overlay
Di setiap sudut layar terdapat sirkuit yang berfungsi untuk mengukur kapasitansi. Sentuhan yang diberikan oleh jari atau alat penghantar lainnya yang merupakan konduktor pada layar menyebabkan gangguan pada kondisi elektrostatis. Gangguan tersebut menyebabkan perubahan kapasitansi. Perubahan yang terjadi terukur oleh sirkuit dan kemudian dipergunakan untuk mendeteksi lokasi sentuhan. Tipe ini memiliki daya tahan yang kuat serta tampilan yang jernih.

• Guided Acoustic Wave
Alat ini bekerja dengan mentransmisikan gelombang akustik melalui lapisan atas kaca yang ditempatkan diatas layar tampilan. Ketika suatu alat yang memiliki daya penghantar seperti jari terkontak dengan gelombang, maka transmisi gelombang akustik terganggu oleh jari. Gangguan menyebabkan pengurangan amplitudo dimana pengurangan tersebut diidentifikasi oleh control electronics untuk mendeteksi lokasi sentuhan.

• Resistive Overlay
Unggul dalam daya tahan khususnya terhadap perlakuan kasar dan harga yang terjangkau. Tersusun atas dua lapisan tipis yang terbuat dari kaca atau polyester yang diselubungi dengan material penghambat dan dipisahkan oleh titik-titik pemisah yang tidak terlihat. Pada resistive overlay, arus listrik mengalir pada seluruh bagian layar. Ketika tekanan diberikan pada layar, kedua lapisan tersebut saling berhimpitan yang kemudian menyebabkan perubahan aliran arus listrik. Melalui perubahan tersebut lokasi sentuhan terdeteksi

Layar dengan teknologi ini memiliki tingkat kejernihan gambar sebesar 75% saja, sehingga monitor akan tampak kurang jernih. Touch sensor jenis ini sangat rentan dan lemah terhadap sentuhan benda-benda yang agak tajam.

Teknologi ini tidak akan terpengaruh oleh elemen-elemen lain di luar seperti misalnya debu atau air, namun akan merespon semua sentuhan yang mengenainya, baik itu menggunakan jari tangan langsung maupun menggunakan benda lain seperti stylus. Sangat cocok digunakan untuk keperluan di dalam dunia industri seperti di pabrik, laboratorium, dan banyak lagi.

• Scanning Infrared
Dalam bingkai sentuhan atau layar terdapat jajaran dioda cahaya dan transistor foto yang masing-masing diletakan di dua sisi yang berlawanan untuk menghasilkan sebuah kisi dari cahaya infra merah yang tidak terlihat. Ketika jari atau alat penghantar lainnya memasuki kisi tersebut, cahaya infra merah yang dipancarkan dioda cahaya terhalangi. Foto transistor mendeteksi hilangnya cahaya dan mentransmisikan sinyal yang mengidentifikasi koordinat x dan y dari letak jari atau alat penghantar tersebut.

• Near Field Imaging
Tipe ini menggunakan alat atau sirkuit pendeteksi sentuhan yang canggih untuk mendeteksi sentuhan. Alat atau sirkuit tersebut memiliki tingkat ketepatan tinggi dalam menggunakan data dan memproses gambar untuk menghasilkan profil yang tepat atas sentuhan yang diberikan.

• Surface Acoustic Wave
Bekerja dengan mengirimkan gelombang akustik melalui panel kaca yang dilengkapi dengan beberapa transduser dan reflektor. Ketika jari bersentuhan dengan gelombang akustik, gerakan gelombang mengalami perubahan. Perubahan ini kemudian digunakan untuk mendeteksi lokasi sentuhan.

Keunggulan tipe ini adalah memiliki tingkat kejernihan yang paling tinggi serta daya tahan yang baik. Karena teknologi ini tidak menggunakan bahan pelapis metalik melainkan sebuah lapisan kaca, maka tampilan dari layar touchscreen jenis ini mampu meneruskan cahaya hingga 90 persen, sehingga lebih jernih dan terang dibandingkan dengan Resistive touchscreen. Tanpa adanya lapisan sensor juga membuat touchscreen jenis ini menjadi lebih kuat dan tahan lama karena tidak akan ada lapisan yang dapat rusak ketika di sentuh, ketika terkena air, minyak, debu, dan banyak lagi. Namun, sensitif terhadap kotoran yang menempel seperti debu, air, dan benda-benda padat lainnya. Sedikit saja terdapat debu atau benda lain yang menempel di atasnya maka touchsreen dapat mendeteksinya sebagai suatu sentuhan.

Touchscreen jenis ini cocok digunakan pada ruangan training komputer, keperluan dalam ruangan untuk menampilkan informasi dengan sangat jernih dan tajam dan saat presentasi dalam ruangan.

Keuntungan dan kerugian dari penggunaan layar sentuh menurut Pfauth dan Pfries ( 1981 ) adalah sebagai berikut :

Keuntungan :
• Terdapat kontrol dan interaksi langsung antara indera penglihatan dan indera peraba masukkan dan keluaran yang dihasilkan terdapat pada satu lokasi yang sama
• Adanya kemampuan untuk memasukkan dan mengawasi data secara cepat
• Karena penggunaannya mudah, tidak diperlukan terlalu banyak pelatihan pengguna dalam mengoperasikan sistem layar sentuh
• Hanya pilihan yang valid dan mungkin untuk diterima yang dapat ditampilkan
• Mudah diterima oleh penggunanya
• Tidak dibutuhkannya daya ingat penggunanya

Kerugian :
• Besarnya biaya pengembangan sistem layar sentuh sebagai teknologi yang belum lama digunakan dalam barang-barang yang diproduksi secara missal
• Membutuhkan tambahan waktu dalam proses pemrogramannya
• Kurang fleksibel untuk beberapa jenis masukkan tertentu
• Kesalahan pada gambar yang ditampilkan akan menimbulkan kesalahan pengoperasian
• Kelelahan yang dirasakan akibat mendekati layar secara berulang kali
• Jari tangan seringkali menutupi tampilan visual layar
• Diperlukannya metode-metode baru dalam pemrograman perangkat halus

Dikutip dari berbagai sumber.

Kamis, 29 September 2011

Analisis Artikel

Pada saat sekarang ini, terkadang tanpa disadari sikap kebanggaan dan kesetiaan masyarakat Indonesia terhadap bahasa persatuan, bahasa Indonesia agak dilupakan. Masyarkat lebih cenderung menggunakan bahasa yang lebih simpel dan sederhana dalam percakapan sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan penggunaan bahasa Indonesia yang baku dirasa membuat suasana percakapan menjadi kaku, sehingga penggunaan bahasa Indonesia yang baku, lebih sering digunakan pada acara-acara formal, maupun di terapkan dalam buku-buku yang dipakai dalam dunia pendidikan. Sedangkan dalam era teknologi yang sedang berkembang seperti sekarang ini, setiap orang bisa secara bebas membuat tulisan, artikel dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia, seperti website ataupun blog. Tetapi yang disayangkan format penulisannya agak kurang baku, sehingga menimbulkan kesan kurang setia terhadap penggunaan bahasa Indonesia. Berikut adalah artikel yang coba saya analisis :

Menjajal PS Vita di Tokyo Game Show

Bagi para gamers, Tokyo Game Show (TGS) ibarat festival hari raya yang wajib didatangi. Lebih dari 140 stand perusahaan game di Jepang turut tampil dan aneka ragam judul permainan baru diluncurkan. Berjuta kejutan menanti para gamers di ajang permainan elektronik terbesar Jepang, yang diadakan di Makuhari Messe, Tokyo, pada tanggal 15-18 September 2011.

Junanto Herdiawan, Kompasianer yang tinggal di Tokyo melaporkan di Kompasiana, persinggungannya dengan “game industry” telah dimulai sejak sekolah dasar. Saat itu ia dibelikan ayahnya permainan game watch dari Nintendo. Dan sejak itu lah ia menjadi seorang game addict. "Tiada hari tanpa main game. Konsol permainan juga terus berubah sesuai dengan zaman. Baru setelah bekerja dan memiliki anak, waktu saya bermain game banyak berkurang," katanya.

Namun demikian hal itu tidak mengurangi minat Junanto pada berbagai game atau permainan elektronik yang terus berkembang, mulai dari permainan individu hingga ke tipe permainan “social gaming” saat ini. Saat Tokyo Game Show 2011 diselenggarakan, semangat gamer Junanto pun bangkit kembali. Bersama anaknya (yang sekarang menjadi gamer) Junanto menuju arena TGS 2011.

"Sebenarnya saya agak pesimis TGS akan diselenggarakan pada tahun ini. Hal itu mengingat bahwa pascagempa dan tsunami, banyak event internasional yang dibatalkan di Jepang. Namun ternyata TGS tahun ini tetap diselenggarakan, meski dengan berbagai keterbatasan. Beberapa lift dan escalator nampak dimatikan dan penggunaan listrik dikurangi sekitar 25% sehingga di beberapa sudut terlihat gelap," tulis Junanto.

Industri game Jepang saat ini memang mengalami pukulan yang berat sejak krisis global, terutama setelah bencana alam Maret 2011 lalu. Banyak pengamat memperkirakan bahwa industri game Jepang akan mati.

Namun realitanya tidak demikian. Setidaknya apa yang disaksikan Junanto di TGS 2011 kemarin. Di ajang itu, industri game Jepang masih mengeliat dan menunjukkan giginya. Pihak Sony misalnya, kemarin terlihat mendominasi ajang pameran dengan produk terbarunya Play Station Vita. Ini adalah versi terbaru dari Play Station Portable, yang akan diluncurkan secara resmi pada 17 Desember 2011.

Sony memang mendominasi TGS kali ini. Mereka menggelar lebih dari 80 kios demo untuk PS Vita. Para pengunjung begitu antusias ramai mengantri di kios tersebut guna mencoba PS Vita pertama kalinya.

Berikut adalah hasil analisis saya :

1. Penggunaan istilah asing
Pada artikel ini terdapat beberapa istilah asing yang digunakan, seperti gamers, game addict, game watch, social gaming, global, lift, event dan stand. Beberapa istilah asing ini dalam bahasa Indonesia dapat memiliki arti kurang lebih sebagai berikut : gamers, dapat diartikan sebagai orang mencintai atau menggemari sebuah permainan berbasis grafik komputer. Game industry di artikel ini di artikan sebagai hasil produk dari perusahaan yang membuat permainan berbasis grafik komputer. Game addict sendiri berarti seseorang yang telah kecanduan permainan berbasis grafik komputer. Sedangkan global memiliki padanan kata yang sama dengan dunia. Lalu, stand itu sendiri dapat diartikan sebagai tempat bagi perusahaan untuk menawarkan sekaligus menjual produknya. Event sendiri dapat diartikan sebagai sebuah acara.

2. Penggunaan kata serapan
Penggunaan kata serapan yang terdapat pada artikel ini antara lain adalah konsol, elektronik, tipe, pesimis, eskalator, krisis, produk, versi, dan dominasi. Dalam artikel ini hampir semua kata serapan yang digunakan merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa inggris. Berikut penjelasannya :
konsol merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Inggris console yang dapat diartikan sebagai hiburan, elektronik berasal dari kata electronic dalam bahasa Inggris yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai benda yang dapat dialiri arus listrik, pesimis berasal dari kata pessimis yang berarti kurang memiliki keyakinan, eskalator berasal dari kata escalator yang berarti tangga berjalan, krisis berasal dari kata crisis yang dapat diartikan sebagai suatu masa penuh kesulitan yang sedang dihadapi, produk berasal dari kata product yang berarti barang ataupun jasa yang dihasilkan, versi berasal dari kata version yang dalam artikel ini diartikan sebagai jenis pengembangan terbaru, dan terakhir dominasi yang ditambahkan imbuhan men- ( mendominasi ) merupakan kata dasar yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu domination yang berarti penguasaan.

3. Pemilihan diksi atau kata.
Pemilihan kata pada artikel ini sudah cukup baik, karena mampu membuat pembaca dapat memahami informasi yang ingin disampaikan oleh penulis. Meskipun cukup banyak ditemukan penggunaan kata asing pada artikel ini, bukanlah masalah berarti yang dapat manghambat pemahaman informasi yang ingin disampaikan karena istilah-istilah yang digunakan memang sudah sesuai dengan cakupan informasi yang ingin disampaikan, yaitu teknologi. Mengingat perkembangan teknologi sangat pesat diluar Indonesia, maka tidaklah mengherankan jika digunakan istilah-istilah berbau asing yang agak sulit detemukan padanan katanya dalam bahasa Indonesia untuk menyampaikan nilai informasinya. Dalam penggunaan kata serapanpun telah digunakan seperlunya, karena kata serapan merupakan kata asing yang telah yang telah diintegrasikan kedalam bahasa Indonesia dan telah diterima oleh pemakainya, sehingga dapat dianggap memenuhi kriteria standar penulisan baku. Penggunaan kata serapan dan istilah asing ini sendiri dimaksudkan untuk lebih mengefektifkan penulisan kalimat sehingga lebih mudah dipahami, dibaca, dan didengar. Jadi dalam menunjukkan kecintaan terhadap bahasa bukan berarti membakukan semua kata-kata yang digunakan dalam penulisan. Tetapi mampu menjaga penggunaan istilah-istilah asing dan kata serapan untuk kemudian dipadukan dengan bahasa baku yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.


Sumber artikel, klik disini!!

Rabu, 04 Mei 2011

Pajak, Sumber Pendapatan Terbesar Negara

Indonesia sebagai sebuah negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah ternyata dalam komposisi pendapatan nasional yang diperoleh baik itu dari segi ekspor migas, non-migas, dan lain sebagainya masih kalah dengan berbagai sektor perpajakan yang dikelola oleh pemerintah.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia memiliki potensi pajak yang luar biasa. Sektor pajak penyumbang nomor satu terbesar untuk komposisi pendapatan nasional. Beberapa jenis pajak yang ditetapkan oleh pemerintah kepada masyarakat bermacam-macam. Misalnya pajak bumi dan bangunan ( PBB ), pajak penghasilan ( PPH ).

Dalam perkembangannya, sektor perpajakan menjadi salah satu birokrasi yang paling rawan terkenan KKN ( Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme ). Hal tersebut dapat terjadi mengingat perputaran uang di sektor ini yang luar biasa banyaknya. Jadi, bukan tidak mungkin membuat seseorang melakukan KKN.

Tentu hampir seluruh masyarakat Indonesia masih ingat dan tahu akan kasus yang melibatkan Gayus Tambunan yang merupakan salah seorang pegawai sektor perpajakan negara. Hal tersebut tentunya sangat menyedihkan, mengingat pajak yang dikumpulkan merupakan uang masyarakat Indonesia sendiri yang seharusnya digunakan untuk berbagai kegiatan pembangunan negara malah digunakan untuk kepentingan pribadi. Tentu saja ini hanya merupakan salah satu contoh yang menunjukkan bahwa institusi-institusi negara masih memiliki celah yang dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Padahal pajak itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu tindakan atau usaha dari warga negara secara tidak langsung untuk membantu membangun negrinya. Pajak didengung-dengungkan oleh pemerintah sebagai kewajiban dari warga negara yang harus dilaksanakan, tetapi jika melihat contoh kasus diatas, tentunya hal tersebut terlihat sangat miris. Ketika KKN terjadi disalah-satu institusi pemerintah, tentunya hal ini akan mencoreng citra pemerintah dikalangan masyarakat.

Pemerintah tentunya diharapkan mampu melakukan pengawasan yang lebih kepada berbagai institusi-institusi dan birokrasi-birokrasinya agar KKN tidak merajalela diberbagai sektor yang nantinya akan merugikan banyak pihak. Indonesia mungkin dapat mencontoh negara China bagaimana caranya melakukan pengawasan dan perang terhadap tindakan KKN didalam struktur pemerintahannya. Ketika dimata internasional China dianggap sebagai salah satu negara yang memiliki potensi KKN yang cukup besar, pihak pemerintahnya melakukan reformasi berupa tindakan tegas dan ancaman hukuman yang lebih berat bagi para koruptor.

Mungkin salah satu faktor hukuman inilah yang membuat Indonesia tertinggal dari beberapa negara dalam memerangi KKN. Hukuman bagi para koruptor ini dirasa kurang memberikan efek jera bagi para pelakunya, sehingga para pelaku cenderung punya potensi untuk kembali melakukannya.

Ketika hal ini ( korupsi ) sudah terjadi sebegitu kompleksnya, bukan hanya didalam pemerintahan tetapi juga dimasyarakat, sudah sepantasnyalah pemerintah melakukan pencegahan terhadap hal ini. Salah satunya adalah dengan memasukkan suatu kurikulum ilmu budi pekerti kedalam kurikulum dunia pendidikan saat ini. Karena terkadang kurikulum pendidikan saat ini dirasa masih kurang dalam aspek pembentukan sikap individu. Setidaknya hal tersebut dapat menjadi salah satu pioneer dalam memerangi KKN ini.

Sektor perpajakan sendiri sudah seharusnya mendapatkan perhatian dan pengawasan lebih dalam kinerjanya, mengingat peran vitalnya dalam menunjang prosentase pendapatan nasional. Hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menjamin uang pajak yang dibayarkan warga negara digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa dan negara.