Senin, 23 April 2012

Tulisan 1 Bahasa Indonesia 2 ( Pertemuan 3 )


Dampak Jejaring Sosial


DIera globalisasi seperti sekarang ini, dimana arus informasi tidak lagi terhalang dimensi ruang dan waktu teknologi telah memberikan berbagai kemudahan bagi setiap orang untuk mengakses informasi. Lebih dari itu, inovasi-inovasi yang telah dilakukan melalui berbagai teknologi informasi sehingga internet dapat lebih memberikan manfaat lebih, tidak hanya sekedar menjadi tempat untuk mencari informasi tetapi telah menjadi semacam media hiburan yang mempengaruhi gaya hidup bagi semua orang.

Siapa yang tidak kenal Facebook, Friendster, Twitter dan sebagainya? Itu semua merupakan salah satu inovasi yang lahir diera globalisasi seperti sekarang ini. Facebook merupakan salah satu jejaring sosial berbasis web yang didirikan oleh Mark Zuckerberg beserta Eduardo Saverin, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Tujuan utama dibuatnya jejaring sosial ini adalah untuk menghubungkan berbagai orang yang dikenal oleh pengguna berikut melakukan interaksi melalui fitur yang disediakan selain berbagai informasi secara tidak langsung.

Gambar Beberapa Logo Jejaring Sosial

Munculnya berbagai jejaring sosial ini tentunya telah memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah dalam hal gaya hidup. Dalam kesehariannya penggunaa mempunyai kecenderungan untuk mengakses jejaring sosial secara terus-menerus baik itu dari perangkat gadget seperti hp maupun komputer. Selain itu juga dalam beberapa kasus, terkadang seseorang dapat merasa lebih bebas mengekspresikan diri ketika berinteraksi dengan orang lain melalui jejaring sosial. Akan tetapi hal tersebut tentunya dapat membuat pribadi seseorang menjadi sulit berinteraksi secara langsung dengan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Jejaring sosial juga dapat digunakan sebagai media pengiklanan suatu produk sehingga dapat memacu tingkat penjualan produk.

Akan tetapi dalam perkembangannya, jejaring sosial juga telah dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang merugikan orang lain. Seperti penipuan, penculikkan dan sebagainya. Modus yang umum digunakan dalam penipuan biasanya berhubungan dengan penawaran produk tertentu. Hal tersebut tentunya sangat disayangkan mengingat sudah bertentangan dari tujuan awal pembuatan aplikasi ini.

Sekarang tinggal tergantung bagaimana pengguna untuk dapat dengan bijak menggunakan berbagai media jejaring sosial yang ada sesuai kebutuhan. Jika digunakan untuk kebaikan pastilah akan memberikan hasil yang baik dan jika digunakan untuk hal yang buruk pastilah akan memberikan hal yang buruk.

0 komentar:

Posting Komentar