Jumat, 26 November 2010

Hacking

Seiring kemajuan teknologi informasi, proses pengamanan dan penyimpanan data pun mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Itu tak lepas dari bertambahnya ketergantungan manusia akan komputer. Komputer telah menjadi “sahabat” yang menemani manusia dalam menyelesaikan suatu tugas. Dalam setiap penyelesaian tugasnya manusia melibatkan data yang kemudian diolah menjadi sebuah informasi yang lebih bernilai untuk kemudian disimpan pada memory, baik memory internal ataupun eksternal.

Untuk beberapa institusi, bank, maupun perusahaan besar, tidak jarang mereka mempunyai sebuah official website yang berisikan informasi mengenai institusi yang dimaksud. Tidak jarang dalam web tersebut terdapat sekumpulan data yang berharga, sehingga memancing seseorang dengan maksud tertentu untuk meretasnya ( hacking ).

Peretas ( hacker ) adalah adalah orang yang mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya bila menginginkan, bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer, administrasi dan hal-hal lainnya, terutama keamanan untuk mewujudkan kepentingannya sendiri.



Gambar Ilustrasi Hacker


Pengertian hacker ini memiliki konotasi negatif bagi orang kebanyakan karena merekalah yang dianggap sebagai seseorang yang telah mengambil alih kontrol atau akses suatu perangkat lunak, seperti program, penyusupan virus, pencurian data, dan lain sebagainya melalui celah-celah keamanan web. Padahal sebenarnya ada satu istilah lagi yang berhubungan atau bahkan cukup identik dengan istilah hacker, yaitu cracker.

Sebenarnya crackerlah yang melakukan hal yang dituduhkan kepada hacker. Sehingga peretas dibagi menjadi dua, yaitu white hat hacker ( hacker ) dan black hat hacker ( cracker ). Mengingat tindakan yang dilakukan oleh peretas ini dapat digolongkan menjadi sebuah tindak krimanalitas yang disebut sebagai cybercrime. Berbeda dengan krimanalitas yang kebanyakan terjadi dalam bentuk kontak fisik, cybercrime terjadi dengan menggunakan pemanfaatan teknologi.

Cybercrime terjadi tanpa kontak fisik langsung antara korban dengan pelaku, atau bahkan korban pun sebenarnya tidak menyadari bahwa dia telah menjadi korban cybercrime. Hal tersebut dikarenakan cybercrime terjadi di dunia maya, dimensi dunia yang diciptakan manusia untuk pertukaran informasi secara global dan praktis dimana tidak mengenal batasan ruang serta waktu.

Dalam menjalankan aksinya hacker biasanya hacker dapat menggunakan tool-tool yang telah tersedia diinternet atau bahkan hacker membuat script program sendiri. Didunia banyak terdapat hacker-hacker yang dikenal berkat kemampuannya dalam membobol sistem keamanan computer. Bagi mereka semakin sulit suatu sistem keamanan ditembus maka akan semakin keras usaha meraka dalam membobolnya.

Salah satu hacker yang terkenal atau bahkan termashyur adalah Kevin Mitnick, karena dia telah menjadi hacker legendaris dan merupakan most wanted hacker yang menjadi buronan pemerintah Amerika Serikat lewat FBI berkat keahliannya dalam menembus sistem keamanan computer. Mitnick menjadi buronan FBi selama bertahun-tahun hingga pada akhirnya FBI dan T. Shimomura ( hacker ) berhasil menangkapnya untuk kemudian dihukum selama 5 tahun, 4 tahun dalam tahanan yang terkatung-katung dan 1 tahun lagu dalam tahanan yang sebenarnya.

Dalam beberapa kasus, kebanyakan para hacker mengincar target seperti database informasi, database rekening, database ATM. Dengan hal tersebut para hacker dapat memanipulasi data yang diperolehnya yang ditujukan untuk kepentingan pribadi.



Gambar Kevin Mitnick


Penyerangan yang dilakukan oleh hacker tidak selalu sukses, terkadang sistem keamanan komputer telah ditingkatkan oleh user sehingga serangan dari para hacker ini dapat diantisipasi. Caranya antara lain :

• Terus mengupdate sistem keamanan komputer mengingat sistem keamanan tetaplah memiliki celah yang dapat dimanfaatkan oleh hacker.

• Gunakan password dengan kombinasi yang kuat, seperti kombinasi angka dan huruf.

• Melakukan enkripsi data, sehingga data sulit dibaca oleh hacker.

• Aktifkan WPA untuk dalam jaringan wireless.

Hacker sejati ( white hat hacker ) tetaplah manusia biasa yang sangat tertarik akan dunia komputer serta ketagihan untuk membuktikan kemampuan mereka dalam membobol suatu sistem keamanan komputer lewat intuisi dalam diri. Sedangkan Cracker ( black hat hacker ) lebih condong digambarkan secara ‘anarki’ karena tujuanannya yang mengandung konotasi negatif sebenarnya dari hacker.

0 komentar:

Posting Komentar